Now Playing Tracks

tidak mungkin ini ulah manusia

Kejadian ini terjadi beberapa minggu yang lalu, di kamar adik saya, Rizki. Ada hal aneh yang terjadi dengan tabung gambar kepunyaan Rizki. Malam itu saudara saya datang berkunjung ke rumah untuk nginep dan pake kamar saya. Yap, terpaksa saya diusir. Saya mengungsi ke kamar Rizki yang bisa ditempati 2 orang karena kasurnya pull-out bed. Rizki tidur di atas, saya tidur di bawah. Inilah kira-kira ilustrasi situasi kamar saat itu.

Di pojok kanan atas gambar bisa dilihat ada tabung gambar, di situlah letak tabungnya. Saya yakin betul dimana posisi tabung tersebut karena posisi kepala saya sewaktu tidur sangat dekat dengan tabung.

Ketika saya bangun pagi, adik saya sudah terlihat gelisah mencari-cari tabungnya, ampe nangis. Tabung itu mau dia bawa ke kampus. Tabung itu hilang. Saya bertanya ke semua orang rumah, siapa tau ada yang nyimpen. Ternyata ga ada yang tau.

Kenapa adik saya menangis, bukan karena tabung itu urgent untuk dibawa hari itu. Tapi karena dia curiga kalo “ada yang ngumpetin”. Dia yakin betul posisi tabung itu ada di mana sebelum tidur, saya juga. Tapi tabungnya hilang, siapa yang mindahin coba? Orang rumah bukan, jangan-jangan??

Lalu Rizki bercerita pengalaman temannya. Katanya tuyul doyan ngumpetin barang di sela-sela sesuatu. Temannya pernah kehilangan sebuah kalung. Kalung itu tidak pernah ditemukan. Beberapa bulan setelah hilangnya kalung, rumah tersebut direnovasi sehingga tembok musti dirobohkan. Ketika tukang merobohkan tembok, kalung tersebut ternyata ketemu, ada di sela-sela tembok, di dalem tembok bro! Gimana caranya itu kalung bisa masuk situ coba?

Setelah mendengar cerita itu entah kenapa saya mencurigai kalau tabung tersebut ada di bawah kasur saya. Dan ternyata benar saja, tabungnya ada.

Bener aja, ada di sela-sela kayu dipan. Kasur yang di bawah mepet banget ama lantai. Kasur ini kolongnya sempit banget, ga mungkin tabung bisa masuk ke situ. Mana mungkin tabung ini masuk ke bawah kasur yang exactly sedang saya tiduri? Ga mungkin kan?

Kemungkinan lain: Pas saya tidur ada yang gendong saya, terus kasurnya diangkat, terus tabungnya ditaro disitu, tutup kasurnya, posisi saya dibalikin ke posisi tidur semula. Aah mengada-ngada.

Begitulah ceritanya.

Ketika saya menceritakan hal ini ke orang rumah, ga ada yang percaya.

“Aaah paling masuk ke kolong kasur.”

Ga mungkin woi! Tabung lebih tebel daripada kolong kasurnya. Menurut saya, mereka ga percaya cuman buat mensugesti diri sendiri, untuk menghilangkan rasa takut. Bukan karena bener-bener ga percaya.

Yap, makhluk ghaib memang ada. Tapi yaudahlah, nafsi nafsi aja. Makhluk nyata dan ghaib kan punya dunia masing-masing. Harus saling menghormati, bukan mengganggu satu sama lain. Kalo ga mau diganggu ya jangan ganggu mereka.

blog comments powered by Disqus

2 notes

  1. yuliantiharatulisanah said: meeeeeed!!!!!!
  2. violacarnegiea said: woaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
  3. ahmedahmad posted this
To Tumblr, Love Pixel Union