Now Playing Tracks

Tempat dengan pressure tinggi memang paling tepat untuk belajar. Tinggal tekad saja yang harus kuat untuk tak henti-hentinya belajar menghadapi setiap tantangan yang akan terus berdatangan di depan mata kita. Dengan begitu karakter kita akan semakin tangguh untuk terus survive dan skill kita akan berkembang dengan sangat pesat. Pada akhirnya kehidupan kita akan lebih baik dari waktu ke waktu.

Belajar itu, selamanya.

Untuk kehidupan yang lebih baik.

Kucing Penjaga

Ini percaya ga percaya ya, karena saya sendiri masih ragu buat percaya cerita ini. Tapi cerita ini bisa jadi bener sih, ibu saya cerita soal ini pas saya usia SMA. Masa cerita ginian buat ngebego-begoin anak SMA doang. Sepertinya ibu saya tidak bercanda.

Bermula dari obrolan tentang “gimana rasanya ya liat makhluk halus”, ibu saya bilang kalo saya ga akan mungkin bisa liat, meskipun pengen liat. Mata batin saya terkunci, disegel, ya sejenis itulah.

Ibu saya lalu bercerita soal kakek nya kakek buyut saya yang katanya seorang pendekar sakti (tapi ga naek elang). Beliau bertarung dengan siluman kucing. Beliau memenangkan pertarungan tersebut. Setelah siluman kucing itu takluk, akhirnya dia membaktikan diri untuk melindungi keturunan-keturunan kakeknya buyut saya, termasuk saya. Siluman kucing itu melindungi dari gangguan-gangguan makhluk yang tak kasat mata. Makanya saya ga bisa liat apa yang orang sebut hantu.

Gimana? Indosiar banget ya ceritanya? hahaha

Ada cerita unik berhubungan dengan siluman kucing ini, tetangganya buyut saya tiap malam suka melihat ada 2 ekor kucing yang duduk gagah di kedua ujung atap rumah buyut saya, di Cianjur. Seperti kucing penjaga. Dan katanya tidak hanya di rumah ini, di rumah saudara saya yang lain pun hal yang seperti ini juga kejadian.

Bisa aja di rumah saya juga ada, tapi sampai sekarang saya belum pernah mencoba untuk membuktikan, ga kepikiran soalnya hahaha. Mungkin next time ada cerita lanjutan, kalo udah saya buktiin.

Tapi ada sih cerita yang saya alami soal kucing, tapi gatau apakah nyambung atau ngga sama cerita kucing penjaga, haha. Pas saya SMA dulu, di sekitar rumah saya banyak kucing yang suka mampir ke rumah. Ada satu kucing yang sampe dikasih nama sama sepupu saya, saking seringnya maen ke rumah minta ikan, nama kucingnya Selvina. Kucing ini bulunya indah, sangat bersih untuk seukuran kucing jalanan. Sepupu saya sebenarnya ingin sekali melihara Selvina, tapi ga boleh sama ibunya. Si Selvina ini tiap pagi sudah tau kapan jadwal saya berangkat sekolah. Begitu saya membuka pintu Selvina langsung lari ke arah saya, nempel-nempel, minta dielus, haha. Risih sih tiap pagi harus ngindarin kucing pas mau berangkat sekolah, pernah juga saya telat masuk sekolah gara-gara si Selvina ga mau lepas, sial. Tapi setelah Selvina mati jadi hampa juga rasanya, ga ada yang lari-lari pas saya buka pintu (halaah). Selvina ditemukan mati di got, kayaknya sih dia terperangkap trus ga bisa keluar, kejepit deh.

Selain Selvina sering juga pas ketemu kucing, si kucing langsung ngedeketin saya, nempel-nempel di kaki minta dielus, kayak Selvina. Aah jadi inget Selvina (loh kok jadi galau). Bukan Selvina yang saya pikirkan, tapi saya mulai curiga kalo saya disukai kaum kucing. Kenapa disukai? Apakah faktor siluman kucing penjaga? Kurang tau juga.

Gitu deh. Ya boleh percaya, boleh ngga. Saya sendiri aja masih ragu buat percaya soal siluman kucing penjaga. Apalagi kamu. Kalo ga percaya ya anggap aja fiksi :D

Sekian dulu broh, saya pamit dulu. Mau melanjutken ritual tidur siang. Yuk mari.

Malu

Jadi teringat dengan syair lagu Bimbo, tentang bagaimana hubungan kita dengan Allah, syairnya berbunyi: “aku jauh, Engkau jauh. aku dekat, Engkau dekat.”

*kata Engkau di sana berarti Allah

Artinya bila kita mendekatkan diri kepada Allah, Allah akan dekat dengan kita, Begitu juga sebaliknya.

Sedangkan apa yang saya alami saat ini malah: “aku jauh, Engkau dekat.” Tidak sesuai dengan logika syair tersebut.

Apakah ini tanda kasih sayang-Nya? Subhanallah kalau begitu. Biarpun kita menjauh, Dia tetap dekat dengan kita.

Malu jadinya.

Dapatkah kita kembali mengerti apa yang ditertawakan bocah kecil, atau yang digejolakkan anak belasan tahun seiring dengan kecepatan zaman melesat meninggalkan?

Setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yang selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. Tak bisa kembali ke kacamata yang sama, bukan berarti kita lebih mengerti dari yang semula. Rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu.

“Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya.”

-D, filosopi kopi-

Kunci Hati

Dalam raga ada hati, dan dalam hati, ada satu ruang tak bernama. Di tanganmu tergenggam kunci pintunya.

Ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra. Berkata-kata dengan bahasa yang hanya dipahami oleh nurani.

Begitu lemahnya ia berbisik, sampai kadang-kadang engkau tak terusik. Hanya kehadirannya yang terus terasa, dan bila ada apa-apa dengannya, duniamu runtuh bagai pelangi meluruh usai gerimis.

Tahukah engkau bahwa cinta yang tersesat adalah pembuta dunia? Sinarnya menyilaukan hingga kau terperangkap, dan hatimu menjadi sasaran sekalinya engkau tersekap. Banyak garis batas memuai begitu  engkau terbuai, dan dalam puja kau sedia serahkan segalanya. Kunci kecil itu kau anggap pemberian paling berharga.

Satu garis jangan sampai kau tepis: membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya.”

Di ruang kecil itu, ada teras untuk tamu. Hanya engkau yang berhak ada di dalam inti hatimu sendiri.

-D, filosofi kopi-

Sunshine

.

I got sunshine

Shinning through my eyes

The love is from above

Cause you re the sunshine of my life

.

I got sunshine

The love is from above

You gave me with arush

Cause you re the sunshine of my life

.

When I’m doubt

I pray to you

You lead the way to brighten up my day

Day after day

U‘ll always there

You show the way to brighter up my day

.
I got sunshine… I got sunshine…

.

I’m gonna get down

And I’m down for you

I raise my hand, call up you’re name

ALLAHUAKBAR… The one above me

I live for you and I‘ll die for you

.

-maliq & d’essentials-

Kalau nanti saya punya anak, bakal saya suruh merantau! Hahaha. Kenapa? Karena saya tidak mau anak saya menjadi anak yang manja dan lemah, saya ingin anak saya menjadi anak yang kuat dan tahan banting.

To Tumblr, Love Pixel Union